Mengenal Apa Itu Kayu Suar,Trembesi, Meh atau Suarwood ternyata Memiliki Lebih dari 30 Nama Lain.

Setiap daerah indonesia khususnya, menamai pohon kayu ini dengan sebutan nama yang berbeda-beda seperti pada kebanyakan masyarakat umumnya menyebutnya dengan sebutan kayu Trembesi, namu di daerah Bali menyebut dengan sebutan kayu suar, di Jogja yogyakarta kayu Munggur di Jepara Kayu Meh dan orang kuno menyebutnya kayu Joko Keset karena ukuranya yang besar dan terlihat tidak rapi.

Ki hujan, pohon hujan, atau trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr. sinonim Samanea saman (Jacq.) Merr.) merupakan sebuah tumbuhan pohon besar, tinggi, dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Pohon ini mempunyai beberapa julukan nama seperti Saman, Pohon Hujan dan Monkey Pod, dan ditempatkan dalam genus Albizia. Perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran dari tonggeret yang tinggal di pohon.


Pohon kayu suar atau dalam bahasa inggris di kenal dengan nama Suarwood ternyata Memiliki Lebih dari 30 Nama Lain. Dalam bahasa inggris, Wood artinya kayu. Suar adalah nama kayu. Singkatnya, Suar Wood adalah Kayu Suar. Jenis pohon kayu ini dapat tumbuh lebih cepat dibanding dengan kayu-kayu bahan furniture lainya lingkar pohon yang sangat besar hingga mencapai 5 meter dengan tinggi rata-rata 20 m sampai 30 m. 

Di Indonesia Suarwood populer dengan nama Trembesi. Di dunia industri furniture kayu  ini disebut juga sebagai kayu meh. Furniture berbahan baku Suarwood diminati oleh berbagai kalangan, baik lokal maupun mancanegara. Perluasan minat terhadap Furniture Suarwood ini, secara langsung memberikan dampak perluasan juga pada penyebutan Suarwood di negara-negara lain.

Contohnya, di Inggris Suarwood populer sebagai Monkey Pod, Rain Tree, Giant Thibet, East Indian Walnut, Cow Tamarind dan Soar Wood. Perbedaan nama, memberikan penafsiran berbeda mengenai kayu suarwood. 

Untuk itu, agar perbendaharaan kita semakin kaya berikut beberapa nama lain Pohon kayu suar / Suarwood

 

(Sumber:Wikipedia)

 
Latin :Albizia Saman, Samanea Saman
Spanyol  : Cenizaro, Acacia Preta, Arbol de Iluvia (Rain Tree), Genízaro.
Kuba : Algarrobo
Colombia : Campano, Saman
Venezuela : Carabeli, Couji, Lara, Urero, Samán
French : Arbre à (la) Pluie (Rain Tree)
Jerman : Regenbaum (Rain Tree), Soar, Suar
Jamaica : Goango, Guango
Kanada : Bhagaya Mara.
Thailand : Kampu, Chamcha, Chamchuri Daeng dan Chamchuri.
Vietnam : Còng, Cây mua dan Rain Tree.

Kayu trembesi yang berasal dari genus Albizia ini salah satu jenis kayu khas dari daerah tropis khususnya Indonesia yang memiliki nilai komersial cukup baik di pasaran. Di Indonesia kayu trembesi ini berasal dari beberapa pulau yaitu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, tapi tidak menutup kemungkinan jika kayu yang juga dikenal dengan nama kayu suar ini bisa ditemukan di daerah lain selain dari daerah yang sudah disebutkan itu. Sebab persebaran pohon penghasil kayu trembesi ini memang tergolong cepat dan bisa tumbuh di daerah mana saja di Indonesia.

Di alam, persediaan kayu trembesi dengan ukuran besar masih cukup banyak dan sering ditemukan namun untuk ukuran sangat besar sudah jarang di temukan. Oleh sebab itu, kayu ini banyak digunakan oleh masyarakat ( terutama industri perkayuan) sebagai kayu pertukangan. Yakni sebagai bahan baku untuk membuat furniture menggantikan kayu jati yang persediaannya di alam semakin berkurang dari hari ke hari dan juga harganya yang sangat mahal. ( Baca menyiasati mahalnya harga kayu jati)

 



Biasanya, furniture yang terbuat dari kayu trembesi ini memiliki ciri khas tersendiri, yakni lebih menonjolkan kesan kekokohan pada desainnya. Maksudnya, furniture dari kayu trembesi sebagian besar komponen-komponennya dibuat sangat tebal dan mungkin tidak ada yang dibuat dengan ukuran tipis kurang dari 3 cm. Apalagi pada bagian top table (daun meja), ketebalan kayu yang biasa digunakan adalah 4 hingga 15 cm. Benar-benar ukuran yang sulit ditemukan pada furniture dari kayu jati.

Hai ini dikarenakan selain memang kayu meh mimiliki ukuran yang besar sehingga dapat dengan leluasa pengrajin mebel kayu meh membuat furniture solid utuh tanpa sambung. kayu trembesi dengan ketebalan di bawah 3 cm juga mudah melengkung, maka dari itu biasanya untuk mengakali agar tidak melengkung ketebalan kayu munggur ini di atas 8cm atau menyesuakan kebutuhan.

 


Walaupun kadang masyarakat kita cenderung lebih memilih furniture berbahan kayu jati, Namun mebel berbahan kayu trembesi ini sangat diminati di pasar export luar negeri karena mebel berbahan dasar kayu trembesi ini sangat unik, selain serat kayu dan corak yang mirip dengan kayu jati kayu ini juga dapat difinishing natural tanpa warna sehingga terlihat kombinasi warna coklat dan putih yang sangat indah.

Selain pada corak dan tekstur yang indah mebel berbahan kayu trembesi memiliki ciri ukuran yang tebal dan besar, dan minim sambungan meskipun pada daun meja dengan ukuran diameter 100 cm  dan panjang lebih dari 3 meter skalipun. sehingga menimbulkan kesan alami dan unik pada mebel kayu meh. 

Untuk lebih mengenal kayu trembesi, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri umum kayu trembesi atau kayu suar :

Warna Permukaan Kayu 
Bagian teras berwarna gelap (biasanya coklat tua ada garis-garis hitamnya) sedangkan bagian gubalnya berwarna putih. Seperti gambar disamping, antara bagian teras dan bagian gubalnya benar-benar tampak jelas batasnya. (Baca pengertian teras kayu dan gubal kayu).

 


Berat atau Bobot kayu 
Kayu trembesi termasuk jenis kayu yang berat, sama halnya dengan kayu akasia atau kayu jati. Menurut indonesianforest.com, berat jenis rata-rata kayu trembesi ini adalah 0,60, itu artinya tergolong cukup berat.

Tingkat keawetan
 
Kayu trembesi termasuk jenis kayu dengan tingkat awet kelas IV

Tingkat kekuatan 

untuk tingkat kekuatan kayunya, kayu trembesi termasuk jenis kayu dengan tingkat kuat kelas III.

Selain digunakan untuk furniture, kayu trembesi juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai macam produk yang bernilai tinggi lainnya seperti untuk membuat vinir, pintu, patung,ukiran, dan aneka produk kerajinan lainnya.

Demikian artikel Mengenal Apa Itu Kayu Suar,Trembesi Dan Meh? yang ternyata Memiliki Lebih dari 30 Nama Lain mengenai nama lain Suarwood di berbagai belahan dunia. Semoga dengan catatan artikel ini, dapat membantu para pembaca semua dalam mengenali istilah suar wood.

 

Sumber: http://pohonkayumehsuartrembesimunggur.blogspot.co.id/


Pohon kayu suar atau dalam bahasa inggris di kenal dengan nama Suarwood ternyata Memiliki Lebih dari 30 Nama Lain. Dalam bahasa inggris, Wood artinya kayu. Suar adalah nama kayu. Singkatnya, Suar Wood adalah Kayu Suar. Jenis pohon kayu ini dapat tumbuh lebih cepat dibanding dengan kayu-kayu bahan furniture lainya lingkar pohon yang sangat besar hingga mencapai 5 meter dengan tinggi rata-rata 20 m sampai 30 m. 

Di Indonesia Suarwood populer dengan nama Trembesi. Di dunia industri furniture kayu  ini disebut juga sebagai kayu meh. Furniture berbahan baku Suarwood diminati oleh berbagai kalangan, baik lokal maupun mancanegara. Perluasan minat terhadap Furniture Suarwood ini, secara langsung memberikan dampak perluasan juga pada penyebutan Suarwood di negara-negara lain.

Contohnya, di Inggris Suarwood populer sebagai Monkey Pod, Rain Tree, Giant Thibet, East Indian Walnut, Cow Tamarind dan Soar Wood. Perbedaan nama, memberikan penafsiran berbeda mengenai kayu suarwood. 

Untuk itu, agar perbendaharaan kita semakin kaya berikut beberapa nama lain Pohon kayu suar / Suarwood

 

(Sumber:Wikipedia)

 
Latin :Albizia Saman, Samanea Saman
Spanyol  : Cenizaro, Acacia Preta, Arbol de Iluvia (Rain Tree), Genízaro.
Kuba : Algarrobo
Colombia : Campano, Saman
Venezuela : Carabeli, Couji, Lara, Urero, Samán
French : Arbre à (la) Pluie (Rain Tree)
Jerman : Regenbaum (Rain Tree), Soar, Suar
Jamaica : Goango, Guango
Kanada : Bhagaya Mara.
Thailand : Kampu, Chamcha, Chamchuri Daeng dan Chamchuri.
Vietnam : Còng, Cây mua dan Rain Tree.

Kayu trembesi yang berasal dari genus Albizia ini salah satu jenis kayu khas dari daerah tropis khususnya Indonesia yang memiliki nilai komersial cukup baik di pasaran. Di Indonesia kayu trembesi ini berasal dari beberapa pulau yaitu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, tapi tidak menutup kemungkinan jika kayu yang juga dikenal dengan nama kayu suar ini bisa ditemukan di daerah lain selain dari daerah yang sudah disebutkan itu. Sebab persebaran pohon penghasil kayu trembesi ini memang tergolong cepat dan bisa tumbuh di daerah mana saja di Indonesia.

Di alam, persediaan kayu trembesi dengan ukuran besar masih cukup banyak dan sering ditemukan namun untuk ukuran sangat besar sudah jarang di temukan. Oleh sebab itu, kayu ini banyak digunakan oleh masyarakat ( terutama industri perkayuan) sebagai kayu pertukangan. Yakni sebagai bahan baku untuk membuat furniture menggantikan kayu jati yang persediaannya di alam semakin berkurang dari hari ke hari dan juga harganya yang sangat mahal. ( Baca menyiasati mahalnya harga kayu jati)

 



Biasanya, furniture yang terbuat dari kayu trembesi ini memiliki ciri khas tersendiri, yakni lebih menonjolkan kesan kekokohan pada desainnya. Maksudnya, furniture dari kayu trembesi sebagian besar komponen-komponennya dibuat sangat tebal dan mungkin tidak ada yang dibuat dengan ukuran tipis kurang dari 3 cm. Apalagi pada bagian top table (daun meja), ketebalan kayu yang biasa digunakan adalah 4 hingga 15 cm. Benar-benar ukuran yang sulit ditemukan pada furniture dari kayu jati.

Hai ini dikarenakan selain memang kayu meh mimiliki ukuran yang besar sehingga dapat dengan leluasa pengrajin mebel kayu meh membuat furniture solid utuh tanpa sambung. kayu trembesi dengan ketebalan di bawah 3 cm juga mudah melengkung, maka dari itu biasanya untuk mengakali agar tidak melengkung ketebalan kayu munggur ini di atas 8cm atau menyesuakan kebutuhan.

 


Walaupun kadang masyarakat kita cenderung lebih memilih furniture berbahan kayu jati, Namun mebel berbahan kayu trembesi ini sangat diminati di pasar export luar negeri karena mebel berbahan dasar kayu trembesi ini sangat unik, selain serat kayu dan corak yang mirip dengan kayu jati kayu ini juga dapat difinishing natural tanpa warna sehingga terlihat kombinasi warna coklat dan putih yang sangat indah.

Selain pada corak dan tekstur yang indah mebel berbahan kayu trembesi memiliki ciri ukuran yang tebal dan besar, dan minim sambungan meskipun pada daun meja dengan ukuran diameter 100 cm  dan panjang lebih dari 3 meter skalipun. sehingga menimbulkan kesan alami dan unik pada mebel kayu meh. 

Untuk lebih mengenal kayu trembesi, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri umum kayu trembesi atau kayu suar :

Warna Permukaan Kayu 
Bagian teras berwarna gelap (biasanya coklat tua ada garis-garis hitamnya) sedangkan bagian gubalnya berwarna putih. Seperti gambar disamping, antara bagian teras dan bagian gubalnya benar-benar tampak jelas batasnya. (Baca pengertian teras kayu dan gubal kayu).

 


Berat atau Bobot kayu 
Kayu trembesi termasuk jenis kayu yang berat, sama halnya dengan kayu akasia atau kayu jati. Menurut indonesianforest.com, berat jenis rata-rata kayu trembesi ini adalah 0,60, itu artinya tergolong cukup berat.

Tingkat keawetan
 
Kayu trembesi termasuk jenis kayu dengan tingkat awet kelas IV

Tingkat kekuatan 

untuk tingkat kekuatan kayunya, kayu trembesi termasuk jenis kayu dengan tingkat kuat kelas III.

Selain digunakan untuk furniture, kayu trembesi juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai macam produk yang bernilai tinggi lainnya seperti untuk membuat vinir, pintu, patung,ukiran, dan aneka produk kerajinan lainnya.

Demikian artikel Mengenal Apa Itu Kayu Suar,Trembesi Dan Meh? yang ternyata Memiliki Lebih dari 30 Nama Lain mengenai nama lain Suarwood di berbagai belahan dunia. Semoga dengan catatan artikel ini, dapat membantu para pembaca semua dalam mengenali istilah suar wood.

 

Sumber: http://pohonkayumehsuartrembesimunggur.blogspot.co.id/